Jakarta, Trivianews.id – Tantangan lingkungan global masih menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan laporan Emissions Gap Report 2025 yang dirilis oleh United Nations Environment Programme (UNEP), emisi gas rumah kaca (GRK) global pada 2024 mencapai 57,7 GtCO₂e, meningkat 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari enam negara penghasil emisi terbesar di dunia, dengan laju pertumbuhan emisi mencapai 4,6%. Di sisi lain, tantangan pengelolaan sampah global menjadi lebih kompleks. Melalui laporan Global Waste Management Outlook, UNEP menyatakan bahwa timbulan sampah padat perkotaan global mencapai 2,1 miliar ton per tahun pada 2020, dan diproyeksikan meningkat hingga3,8 miliar ton pada 2050 apabila tidak dilakukan intervensi yang signifikan.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional. Hal ini tercermin dari peningkatan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tahun 2026 yang meningkat hampir 29% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah program strategis yang didorong antara lain pengurangan praktik open dumping, penguatan fasilitas TPS3R (Reduce-Reuse-Recycle), serta pengembangan bank sampah. Dalam hal penerapan teknologi waste-to-energy, Pemerintah Indonesia mengupayakan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah.
Momentum Hari Bumi Sedunia pada tahun ini yang mengangkat tema “Our Power, Our Planet,”menjadi pengingat bahwa implementasi ESG perlu dilakukan secara menyeluruh dan lintas sektor.
Pencapaian target global untuk mencapai Net Zero Emissions 2050 tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Integrasi ESG dalam strategi bisnis, kebijakan publik, serta perilaku individu menjadi faktor kunci dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.
SCG Indonesia Catat Berbagai Capaian ESG di Kuartal I 2026
SCG, pemimpin bisnis regional dengan berbagai lini bisnis, terus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam operasional bisnis dan program sosial perusahaan. Sejalan dengan prinsip bisnis Inclusive Green Growth, perusahaan terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sepanjang kuartal pertama 2026.
Melalui program unggulan Sharing the Dream, SCG mendorong kontribusi generasi muda dalam menciptakan solusi berbasis komunitas. Pada 26 Januari 2026, salah satu penerima beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, Lulita Sauman Nur Fajriah, secara resmi menyerahkan proyek komunitas Community Action for Responsible Ecotourism (CARE) kepada pemerintah Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Program ini memberdayakan lebih dari 50 remaja dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui inisiatif WANOJA (Wani Nenjo Jaman). Selain itu, SCG juga mendukung sektor pendidikan melalui pelatihan literasi digital bagi guru yang diselenggarakan tanggal 2 – 3 Februari 2026 di Jakarta. Program ini diadakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan metode pengajaran berbasis Augmented Reality yang lebih interaktif dan efektif bagi murid, serta memperkenalkan konsep kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) sebagai bagian dari pembelajaran masa depan.
Sebagai bentuk usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan, SCG perluas implementasi program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari) di Desa Tanjungsari, Sukabumi. Melalui acara peresmian ekspansi jangkauan program yang diadakan pada 19 Januari 2026, lebih dari 280 warga terlibat dalam kegiatan pengumpulan sampah yang dapat ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga. Hingga saat ini, program SCG Mentari telah mengelola lebih dari 7 ton sampah, melibatkan lebih dari 1.000 partisipan dari 5 Desa di Kabupaten Sukabumi, serta mendukung pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif di fasilitas produksi.
Melalui beberapa anak perusahaannya di Indonesia, SCG melaksanakan berbagai komitmen sosial di kuartal pertama tahun 2026 melalui bergam inisiatif. Salah satu anak perusahaan dalam lini bisnis di bidang kimia, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, mendukung pembangunan sarana air bersih dengan menyediakan 80 unit pipa SCG untuk membantu para masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sukamaju, Kabupaten Sukabumi.
Tidak berhenti di situ, melalui PT Semen Jawa, SCG melakukan mendonasikan 200 sak produk semen hijau untuk mendukung program pembangunan hunian tetap bagi korban bencana serta melalui. Melalui anak perusahaan SCG Distribution & Retail, SCG berkolaborasi dengan PT Surya Andalas Pratama Medan untuk menyalurkan donasi semen dalam program renovasi sekolah pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor besar di wilayah Sumatera pada 29 Januari 2026. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pemulihan fasilitas pendidikan di area yang terdampak bencana tersebut.
Komitmen SCG dalam memberdayakan masyarakat Indonesia mendapatkan atensi baik dari industri. Melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG berhasil meraih penghargaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik 1 dari BPJS Ketenagakerjaan dalam ajang Night of Appreciation Gala 2026 yang diselenggarakan pada 12 Februari 2026 di Kota Sukabumi. Penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk pekerja rentan di wilayah operasional.
“On Green, On Goal”: Sebuah Langkah Presisi Menuju Net Zero 2050
SCG meyakini bahwa pencapaian target Net Zero 2050 membutuhkan aksi kolektif lintas sektor. Sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, SCG terus mengembangkan Green Innovation, yakni inovasi dan teknologi yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan efisiensi sumber daya, serta penciptaan keberlanjutan jangka panjang. Lebih dari itu, SCG menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama. Perusahaan menyadari bahwa target Net Zero tidak dapat dicapai oleh satu entitas saja, melainkan memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk berpikir, bertindak, dan bergerak bersama.
Terinspirasi dari semangat kolaboratif, SCG meluncurkan kampanye video digital terbaru bertajuk “On Green, On Goal,” yang mengadopsi analogi permainan golf sebagai representasi perjalanan menuju keberlanjutan. Dalam golf, setiap pukulan membutuhkan strategi dan presisi untuk mendekatkan bola ke titik akhir. Pemain dengan jumlah pukulan paling efisien menjadi pemenang; sebuah gambaran tepat dari upaya SCG yang terus berproses dalam menekan emisi karbon seminimal mungkin.
Video tersebut menampilkan empat atlet golf profesional perempuan kelas dunia asal Thailand, yang telah melalui dinamika dan tantangan dalam setiap kompetisi. Layaknya lapangan golf yang penuh ketidakpastian, keadaan dunia saat ini juga dihadapkan pada tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga transisi energi. Dalam konteks ini, “On Green” merepresentasikan langkah menuju jalur rendah karbon, dan “On Goal” mencerminkan tujuan akhir SCG, yaitu pencapaian Net Zero 2050.









