Kunjungan Delegasi Pemerintah Jerman Perkuat Langkah ASTRAtech Menuju Ekosistem Vokasi Global

Jakarta, Trivianews.id – Astra melalui Yayasan Astra-Yayasan Astra Bina Ilmu (ASTRAtech) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi pemerintah Jerman ke kampus ASTRAtech di Delta Silicon, Cikarang, beberapa waktu lalu.

Kunjungan yang difasilitasi oleh Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (AHK Indonesia/EKONID) bertujuan untuk untuk melihat implementasi sistem pendidikan vokasi berbasis Dual System yang diterapkan di ASTRAtech, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan talenta industri Indonesia yang berdaya saing global.

Delegasi yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari berbagai perwakilan institusi Jerman, antara lain representatif dari Parlemen Jerman, Budget Committee CDU, Thomas Bareiß, perwakilan dari German Chamber of Commerce and Industry (DIHK), Robinn Borrmann, representatif dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy, Kristina Heussner, representatif dari Germany Trade & Invest (GTAI), Julia Braune.
Turut hadir pula Direktur Perkumpulan Indonesia-Jerman (AHK Indonesia/EKONID), Monika Erath, Direktur Astra, Santosa, Ketua Umum Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Astra Bina Ilmu, Erlan Krisnaring Cahyono, Sekretaris Yayasan Astra – Yayasan Astra Bina Ilmu, Dana Yasa, serta jajaran manajemen ASTRAtech.
Dalam sambutannya, Direktur ASTRAtech, Henri Paul menyampaikan sambutan hangat kepada para delegasi, serta menegaskan komitmen jangka panjang Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Astra Bina Ilmu dalam mengembangkan pendidikan vokasi Indonesia hingga berstandar global. Ia menjelaskan bahwa pencapaian ASTRAtech saat ini merupakan hasil kemitraan yang telah terjalin sejak 2015 bersama Pemerintah Jerman, AHK-EKONID, dan DIHK, termasuk implementasi skema sertifikasi Jerman di bidang automotive mechatronics.
“Kemitraan ini telah membawa ASTRAtech melampaui standar nasional dan memperkuat kredibilitas kami di tingkat internasional, sekaligus mendorong pengembangan ASTRAtech Dual System (ADS) sebagai platform pendidikan vokasi yang relevan secara global,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, representatif Budget Committee CDU, Thomas Bareiß, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang telah terjalin antara Indonesia dan Jerman, khususnya dalam penguatan pendidikan vokasi dan industri. Ia menyoroti bahwa pertemuan ini mencerminkan sinergi dua kekuatan utama, yaitu keunggulan industri otomotif Jerman dan sistem pendidikan vokasi yang terstruktur, yang bersama-sama dapat menciptakan dampak signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berada di sini dan bertemu dengan para mitra yang memiliki komitmen kuat dalam hubungan Jerman dan Indonesia. Kami melihat bagaimana dua kisah sukses, industri otomotif Jerman dan sistem pendidikan Jerman dapat saling melengkapi dan memberikan kontribusi nyata. Inisiatif seperti sertifikasi Meister menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu berkontribusi langsung dalam proses produksi dengan kualitas yang lebih baik. Di tengah berbagai perubahan global, kemitraan yang didasari kepercayaan dan visi bersama untuk masa depan menjadi semakin penting,” ungkapnya.
Direktur Astra, Santosa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan diskusi strategis yang melibatkan ekosistem vokasi Jerman, mulai dari pemerintah, kamar dagang, hingga industri. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya memperdalam arah kerja sama, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mematangkan kerangka kolaborasi ke depan.
“Melalui pertukaran yang berlangsung hari ini, kami semakin menegaskan komitmen untuk mengembangkan talenta engineering yang berdaya saing global dan selaras dengan German Dual Vocational System, sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan industri serta hubungan bilateral kedua negara,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ASTRAtech bangga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pengembangan tenaga kerja berkelanjutan serta membangun masa depan pengembangan sumber daya berstandar global.