Jakarta, Trivianews.id – Calon jamaah haji (CJH) diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke atau serangan panas yang dapat mengganggu kesehatan, mengingat cuaca panas ekstrem di Tanah Suci saat menjalankan rangkaian ibadah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori mengungkapkan, cuaca panas dan kelembaban rendah di Tanah Suci dapat menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan
Oleh karena itu, CJH perlu menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum 1 gelas 200cc per jam dan tidak menunggu haus. Jamaah harus rutin minum air putih agar terhindar dari dehidrasi dan heat stroke,” ujarnya seperti dikutip berita.depok.go.id, Jumat (8/5/2026).
CJH juga diimbau menghindari paparan sinar matahari langsung saat beraktivitas di luar ruangan atau bisa menggunakan payung atau topi, memakai krim pelindung kulit, serta mengatur waktu aktivitas di luar ruangan pada pagi atau sore hari.
“Batasi aktivitas fisik berlebihan saat cuaca sangat panas agar kondisi tubuh tetap stabil,” tambahnya.
Devi menyarankan, CJH dapat menggunakan semprotan air pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari langsung seperti pada wajah dan tangan, untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Sementara dari sisi pakaian CJH sebaiknya menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan katun agar tubuh tetap nyaman serta mudah menyerap keringat.
“Hindari memakai pakaian berlapis karena dapat membuat tubuh lebih cepat panas,” jelasnya.







