Jakarta, Trivianews.id – Industri asuransi umum Indonesia masih bertumbuh, meski belum agresif. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia yang dirilis di awal tahun ini, total premi asuransi umum tercatat sekitar IDR 120 triliun di tahun 2025, naik 2,7% dari tahun sebelumnya. Namun, tingkat penetrasi yang masih berada di kisaran 0,5% terhadap PDB menunjukkan bahwa adopsi asuransi belum sepenuhnya optimal.
Di tengah kondisi tersebut, konsumen semakin selektif dalam memilih produk asuransi. ZenInsure, platform marketplace digital asuransi, melihat pergeseran ini sebagai tanda bahwa pasar bergerak ke arah yang lebih matang, sekaligus menuntut transparansi yang lebih tinggi dari pelaku industri.
Pilihan, Kejelasan dan Kemudahan Klaim Jadi Pertimbangan Utama
Berdasarkan data dari puluhan ribu pengguna, ZenInsure mengungkapkan bahwa konsumen mempertimbangkan beberapa opsi sebelum membeli asuransi. Rata-rata pengguna membandingkan hingga tiga penawaran polis, dan 4 dari 5 pengguna mengevaluasi lebih dari satu penawaran sebelum mengambil keputusan.
Harga premi masih menjadi faktor utama, diikuti cakupan perlindungan dan proses klaim. Konsumen juga semakin memperhatikan hal-hal praktis, seperti jaringan bengkel atau rumah sakit mitra, metode pembayaran, kecepatan penerbitan polis, serta kemudahan dalam pengajuan klaim.
“Sejak awal, kami melihat bahwa yang dibutuhkan pengguna bukan hanya banyaknya pilihan, tapi juga kemudahan dalam memahami informasi dan kepastian saat klaim. Karena itu, ZenInsure dibangun sebagai marketplace yang tidak hanya membantu membandingkan produk, tapi juga mendampingi pengguna, termasuk melalui layanan Claim Support khusus. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis ZenInsure lebih dari 3 kali lipat di Q1 2026 dibanding tahun sebelumnya,” ujar Country Head of ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra Kusnadi, beberapa waktu lalu.
Kebutuhan akan pendampingan ini terlihat dalam proses klaim. Dalam dua tahun terakhir, ZenInsure mencatat tingkat keberhasilan klaim sebesar 93,13%, dengan rata-rata waktu pemrosesan sekitar 3 hari, lebih cepat dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 5 hari, berkat dukungan teknologi.
Asuransi Kesehatan: Tidak Hanya Kuratif, Tapi Jadi Semakin Preventif
Sementara itu, kebutuhan asuransi kesehatan dinilai tetap tinggi, baik untuk korporasi maupun individu. Bagi perusahaan, asuransi kesehatan karyawan semakin penting untuk menarik dan mempertahankan talenta.
Namun, tantangan terbesar industri adalah inflasi medis yang tinggi, mencapai 13,6% di tahun 2025, yang menyebabkan penyesuaian harga premi.
“Konsumen semakin selektif dan lebih memperhatikan value for money dari perlindungan yang mereka pilih. Oleh karena itu, kami mengembangkan solusi yang tidak hanya terfokus pada perlindungan saat sakit, tetapi juga aspek preventif seperti wellness yang semakin diminati, termasuk sebagai bagian dari employee benefit. Tantangannya kini adalah bagaimana asuransi kesehatan dapat semakin dipahami bukan sebagai beban, melainkan investasi jangka panjang,” ungkap Pepe Arinata, President Director Asuransi Reliance Indonesia.
Asuransi Kendaraan: Electric Vehicle Tumbuh Pesat
Pada asuransi kendaraan, harga premi masih menjadi pertimbangan utama. Namun, konsumen kini lebih realistis dalam memilih jenis perlindungan sesuai nilai kendaraan.
Secara umum, perlindungan comprehensive masih menjadi pilihan utama bagi konsumen asuransi mobil. Namun, permintaan terhadap Total Loss Only (TLO) juga meningkat, seiring kebutuhan konsumen terhadap opsi perlindungan yang lebih efisien. Pada Q1 2026, penjualan asuransi TLO melalui ZenInsure tumbuh 5 kali lipat secara tahunan.
Tren serupa juga terlihat pada kendaraan listrik (EV). Pada Q1 2026, penjualan asuransi EV melalui ZenInsure tumbuh 5 kali lipat secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan EV yang tercatat sekitar 2 kali lipat berdasarkan data Gaikindo. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan kendaraan juga semakin berkembang, seiring munculnya segmen dan kebutuhan baru di pasar.
Senior Executive Vice President Zurich Asuransi Indonesia, Sukma Darman, mengatakan, asuransi kendaraan tetap berkembang dengan pertumbuhan double digit di kuartal satu. Di sisi lain, kebutuhan konsumen juga semakin beragam dan terus berubah.
“Karena itu, penting bagi industri untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Kemitraan dengan platform marketplace seperti ZenInsure juga membantu kami memahami insight konsumen dengan lebih baik dan mengembangkan solusi yang lebih sesuai untuk berbagai segmen,” ungkapnya.
Menumbuhkan Kepercayaan di Industri Asuransi
“Kami percaya kebutuhan asuransi akan terus meningkat. Yang perlu dibangun bukan hanya akses terhadap pilihan produk, tapi juga kepercayaan, pemahaman, dan kemudahan saat klaim. Ke depan, kami akan terus mengedukasi lebih banyak masyarakat dengan memberikan opsi yang transparan dan pemahaman menyeluruh agar nasabah mendapatkan kepastian dan ketenangan dalam menggunakan asuransi,” tutup Adi Kusnadi.









