Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia untuk Melatih Para Profesional Cybersecurity

Pada Mei 2025, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan terkemuka di Indonesia

Jakarta, Trivianews.id – Positive Technologies terus memperkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Dalam Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia: Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM).

Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Nota kesepahaman dan kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman. Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi.

Direktur Regional Asia Tenggara di Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara secara keseluruhan. Positive Technologies, telah membangun salah satu tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik.

“Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara di Positive Technologies, Elena Grishaeva, dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).

Indonesia, bersama negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government, dan penerapan teknologi modern. Namun, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40% dari seluruh laporan kebocoran data di Asia Tenggara.

Rektor UNPAD, Arief Kartasasmita, menuturkan di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan.

Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan keterlibatan industri.

“Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” ujar Arief.

Pada Mei 2025, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut.