Jakarta, Trivianews.id – Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Namun, data menunjukkan bahwa 99 persen UMKM masih berada di level Usaha Mikro. Selain itu, pelaku UMKM, terutama perempuan, masih menghadapi berbagai tantangan struktural: kesenjangan literasi keuangan dan digital dibandingkan laki-laki, keterbatasan akses pembiayaan dan pasar, hingga kurangnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Di tengah tantangan tersebut, banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu berkembang. Dari pengalaman mereka, ada lima pola pikir atau mindset yang perlu kamu tanamkan untuk membantu usahamu naik kelas:
Siap dan Adaptif dengan Perubahan, Termasuk Teknologi
Dunia bisnis penuh perubahan dan ketidakpastian, apalagi di era digital, di mana teknologi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Data INDEF tahun 2024 mengungkap bahwa digitalisasi bisnis mampu meningkatkan omzet tahunan UMKM hingga 50 persen. Media sosial, platform e-commerce, hingga pemanfaatan AI pun penting untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjangkau lebih banyak pelanggan.
Jangan Lelah Belajar dan Memperkaya Ilmu
Bagi pelaku UMKM, mengikuti pelatihan bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka akses ke mentor, komunitas, dan cara berpikir baru dalam mengembangkan bisnis secara lebih strategis.
Perbanyak Relasi, Perluas Peluang
Selain mengikuti program pelatihan, berjejaring menjadi salah satu kunci penting untuk tumbuh. Partisipasi dalam komunitas dan bazar dapat membuka akses ke pasar yang lebih luas, peluang kolaborasi, hingga dukungan sesama pelaku usaha.
Usaha Kecil pun Bisa Menciptakan Dampak Berarti
Jika dikelola dengan serius, UMKM bisa menciptakan dampak yang melampaui skala bisnis itu sendiri dalam menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang bagi komunitas sekitar, hingga mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan.
Tekun dan Konsisten, Kunci yang Sering Terlupakan
Di balik semua strategi, ada satu hal yang selalu muncul dalam setiap cerita UMKM yang berhasil, yakni ketekunan. Tidak sedikit pelaku usaha yang memulai dari nol dengan segala keterbatasan. Namun, konsistensi dalam menjalankan usaha, terus belajar, dan beradaptasi menjadi faktor penentu kesuksesan usaha.
Untuk mendorong UMKM perempuan naik kelas, DANA dan Ant International Foundation kembali menghadirkan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026: Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan.
“Dalam tiga tahun terakhir, program SisBerdaya dan DisBerdaya telah menjangkau ~9.000 UMKM dan ~600 UMKM menerima penghargaan. Program ini kembali kami selenggarakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Kami akan memberikan beberapa kurikulum baru untuk peserta terpilih tahun ini, termasuk salah satunya adalah pembekalan gaya hidup finansial sehat. Tujuannya agar mereka tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi memastikan usahanya berkelanjutan. Di akhir acara, kami juga akan mendorong 30 finalis untuk berpartisipasi dalam salah satu bazar ternama di Jakarta,” ujar Director of Communications DANA, Olavina Harahap, dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).
Tahun ini, SisBerdaya dan DisBerdaya menargetkan total partisipasi hingga 6.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia, naik 20 persen dari tahun sebelumnya. DisBerdaya juga hadir lebih inklusif dengan menjangkau berbagai wilayah di luar Jawa.









