JAKARTA – Kehidupan rumah tangga selebriti memang tak pernah lepas dari sorotan tajam publik, dan kali ini Alyssa Daguise menjadi sasaran empuk warganet. Baru dua bulan menyandang status sebagai seorang ibu setelah melahirkan putri pertamanya, Soleil Zephora Ghazali, Alyssa mendadak gerah dengan komentar negatif yang menyinggung perubahan bentuk tubuhnya.
Tak sedikit netizen yang rupanya masih memiliki ekspektasi tidak realistis terhadap figur publik. Banyak yang secara terang-terangan menyoroti bahwa tubuh Alyssa saat ini terlihat lebih berisi dibandingkan sebelum masa kehamilan, seolah melupakan bahwa wanita keturunan Prancis ini baru saja melewati proses persalinan yang berat pada 10 Mei 2026 lalu.
Tidak ingin membiarkan komentar miring tersebut terus bergulir, Alyssa akhirnya buka suara melalui utasan di aplikasi Threads. Dengan gaya yang tenang namun sangat tegas, ia menjawab sindiran netizen yang menyebutnya terlihat lebih “gendutan” dengan balasan yang cukup menohok.
“Kamu gendutan ya sekarang – iya kak, soalnya baru selesai bikin manusia… sekarang lanjut bikin makanannya,” tulis Alyssa dengan santai namun telak, memberikan pesan tersirat bahwa tubuhnya saat ini tengah menjalankan tugas mulia memberikan nutrisi bagi sang buah hati.
Alyssa pun menyinggung betapa tidak adilnya tekanan yang diberikan masyarakat terhadap ibu baru. Banyak orang yang berharap tubuh seorang wanita bisa kembali ideal seperti sedia kala dalam waktu yang sangat singkat, padahal setiap individu memiliki fase pemulihan yang berbeda-beda.
Bagi menantu musisi Maia Estianty ini, perjalanan pasca melahirkan bukanlah sebuah ajang kompetisi. Ia secara tegas menyatakan bahwa “healing bukan lomba,” dan setiap ibu berhak menikmati proses pemulihan mereka dengan cara dan tempo yang nyaman, tanpa harus terburu-buru untuk memenuhi standar kecantikan orang lain.
Meski demikian, Alyssa tak memungkiri bahwa ia tetap berusaha untuk kembali ke bentuk tubuh ideal. Ia mengaku sedang rutin melakukan olahraga, termasuk gym dan pilates.
Namun, ia menekankan bahwa kesehatan mental dan proses alami tubuh harus tetap menjadi prioritas utama ketimbang sekadar memuaskan komentar warganet.







