TriviaNews.id - Mengalir Dinamis, Mengupas Tuntas
TriviaNews.id - Mengalir Dinamis, Mengupas Tuntas
Kesehatan

Orang Tua Bekerja di Luar Negeri, Gizi Anak Jadi Taruhan

Avatar photo
2
×

Orang Tua Bekerja di Luar Negeri, Gizi Anak Jadi Taruhan

Sebarkan artikel ini

Cilacap, Trivianews.id – Berdasarkan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting Kabupaten Cilacap tercatat sebesar 15,6 persen, di bawah Jawa Tengah sebesar 17,1 persen dan angka nasional sebesar 19,8. Meski begitu, kesehatan anak dan kecukupan gizi balita masih jadi persoalan.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si., mengakui, sebagai daerah yang banyak menyumbang Pekerja MIgran Indonesia, banyak anak-anak di Cilacap yang diasuh oleh nenek atau dititipkan ke saudara. Hal itu menjadi faktor minimnya perhatian terhadap asupan gizi anak, termasuk kebiasaan makan dan minuman tinggi gula.

“Anak-anak ini banyak diasuh oleh kakek neneknya. Akhirnya mereka jajan sembarangan yang tinggi gula lah dan semacamnya,” ucap Budi. Ia juga tak menyangkal,bbahwa tidak sedikit juga anak-anak yang masih diberikan kental manis sebagai susu harian.

Mengatasi hal itu, Budi mengatakan pihaknya akan mencoba memetakan masalah dan mencari tahu solusi yang tepat untuk hal ini. Dengan begitu, pihaknya dapat mengintervensi lebih optimal.

“Mudah-mudahan kalau kita nanti mungkin akan menggali lagi mencoba mencari kenapa bisa terjadi, faktor penyebabnya apa yang paling dominan, tentunya kita akan intervensi di situ,” ucap Budi Santosa.

Kewaspadaan akan konsumsi gula berlebih pada anak perlu ditingkatkan mengingat dewasa ini semakin beragam makanan dan minuman dengan kandungan gula yang melebihi batas asupan gula harian menjadi konsumsi anak-anak. Salah satunya adalah kental manis, yang hingga saat ini masih jamak dijadikan pengganti susu. Selain praktis, harga yang ekonomis menjadi alasan konsumen memberikannya kepada anak.

Sebagaimana diketahui, dalam satu takaran saja kental manis yang dikonsumsi anak, sudah mencukupi batas konsumsi gula harian. Berdasarkan Singapore Food Database menunjukkan terdapat sekitar 50 g gula dalam 100 ml kental manis. Artinya, sebanyak 30 ml susu kental manis mengandung lebih dari 15 gram gula. Sementara asupan gula tidak lebih dari 19 gram untuk anak usia 2-6 tahun berdasar rekomendasi World Health Organization.

Sebelumnya, survei nasional Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 2026. Survei terhadap 2.150 orang tua balita menunjukkan 67,6 persen responden masih mengonsumsi kental manis sebagai pengganti susu pertumbuhan anak.

Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, dr. Erna Yulia Soefihara mengatakan edukasi kental manis harus terus ditingkatkan dan dilanjutkan. Meski pihaknya sudah melakukan edukasi dan sosialisasi hampir 10 tahun lamanya, masih banyak ditemukan kesalahpahaman soal kental manis.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Muslimat adalah terus mendorong kader lebih berperan aktif sebagai agent of change untuk membantu meluruskan kesalahan konsumsi susu pada anak dan balita di lingkungan sekitarnya. Menurut Erna, kader-kader muslimat NU memiliki kemampuan yang baik serta merupakan tokoh yang dapat menyampaikan edukasi kepada masyarakat di sekitar dengan baik.

“Kader muslimat NU banyak merupakan ustadzah, nyai dan mempunyai banyak jamaah sehingga bisa menyebarkan edukasi kepada sekitarnya. Karena konsumsi kental manis secara berlebih berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan,” ungkap Erna.