Krakatau International Port Pastikan Kesiapan Rantai Pasok Baja Dukung Program Hilirisasi Krakatau Steel Group

Jakarta, Trivianews.id – Seiring dengan keberhasilan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group dalam memperkuat fundamental perusahaan melalui proses restrukturisasi keuangan, Krakatau Bandar Samudera (KBS)/Krakatau International Port (KIP) sebagai anak perusahaan dari Krakatau Steel Group mengambil peran strategis dalam memastikan kesiapan rantai pasok industri baja nasional.

Peran ini menjadi krusial dalam mendukung implementasi program hilirisasi Krakatau Steel Group yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sejalan dengan arah transformasi perusahaan melalui inisiatif KRAS Reborn yang menitikberatkan pada penguatan fondasi bisnis dan peningkatan daya saing.

Penguatan fundamental perusahaan tersebut menjadi momentum penting bagi Krakatau Steel Group untuk mendorong peningkatan kinerja operasional secara menyeluruh.

Dalam kerangka KRAS Reborn, kesiapan infrastruktur logistik dan kepelabuhanan menjadi salah satu pilar utama dalam memastikan keberlanjutan proses produksi dan distribusi baja nasional, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem industri yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Peran Strategis Krakatau International Port dalam Rantai Pasok Baja 

Direktur Utama PT KBS, Noor Fuad, menyatakan,sebagai pengelola infrastruktur kepelabuhanan dalam ekosistem Krakatau Steel Group, KIP memegang peran vital dalam memastikan dan mendukung penuh kelancaran arus bahan baku dari sisi kepelabuhan & logistik atas rencana hilirisasi baja.

“Selain itu KIP juga berfungsi sebagai simpul utama yang menghubungkan sumber daya bahan baku dengan fasilitas produksi serta jalur distribusi ke pasar domestik maupun internasional,” ucapnya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Melalui penguatan kapasitas dermaga dan sistem logistik yang terintegrasi, KIP terus mendorong peningkatan efisiensi operasional, baik dari sisi waktu distribusi maupun biaya logistik.

“Kesiapan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi Krakatau Steel, termasuk optimalisasi fasilitas Hot Strip Mill (HSM) yang ditargetkan mencapai 120.000 ton per bulan” lanjut Noor Fuad. 

Hilirisasi Iron Sand untuk Carbon Steel Slab & Billet

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan iron sand sebagai bahan baku industri baja, dengan total cadangan mencapai sekitar 941 juta ton. Konsentrasi terbesar berada di Pulau Jawa dengan estimasi sekitar 399 juta ton, yang memberikan keuntungan geografis bagi Krakatau Steel dalam mendekatkan sumber bahan baku dengan fasilitas produksi. Dalam mendukung pemanfaatan potensi tersebut, peran KBS menjadi penting dalam memastikan kelancaran model transportasi iron sand dari lokasi sumber menuju fasilitas produksi. Infrastruktur dermaga yang memadai memungkinkan proses logistik berjalan lebih efisien, sehingga hilirisasi iron sand menjadi produk carbon steel slab dan billet dapat dilakukan secara optimal. 

Hilirisasi Nikel untuk Stainless Steel Slab

Selain iron sand, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam sumber daya nikel dengan cadangan mencapai sekitar 42 persen dari total cadangan dunia atau setara dengan sekitar 5,3 miliar ton. Sebaran cadangan yang berada di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara membutuhkan dukungan logistik yang kuat agar distribusi bahan baku dapat berjalan dengan lancar.Dalam hal ini, Krakatau Bandar Samudera berperan dalam memastikan konektivitas logistik antar wilayah tetap terjaga. Infrastruktur dermaga yang terintegrasi memungkinkan distribusi nikel dilakukan secara lebih efisien, tepat waktu dan sekaligus mendukung pengembangan produk stainless steel melalui proses hilirisasi yang berkelanjutan. 

Sinergi dalam Mendukung Transformasi Krakatau Steel Group

Peran KIP  dalam penguatan sistem kepelabuhanan dan logistik merupakan bagian dari sinergi antar entitas dalam Krakatau Steel Group. Dukungan ini memastikan bahwa setiap peningkatan kapasitas produksi di sisi hulu diiringi dengan kesiapan distribusi di sisi hilir.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, Krakatau Steel Group berupaya menciptakan ekosistem industri baja yang efisien, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar nasional maupun global. Kesiapan rantai pasok yang didukung oleh infrastruktur dermaga menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong keberhasilan program hilirisasi.

Ke depan, Krakatau Steel Group optimistis bahwa penguatan peran Krakatau Bandar Samudera dalam sistem logistik akan semakin mempercepat implementasi program hilirisasi. Dengan rantai pasok yang semakin andal dan terintegrasi, Perseroan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri baja global.