JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) di kawasan pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir serta mitigasi perubahan iklim.
Mengusung semangat #NowForClimate, aksi ini terlaksana berkat kolaborasi antara PHI, organisasi lingkungan Lindungi Hutan, dan mitra petani Pulau Pari. Sebanyak 40 pekerja PHI lintas fungsi turut terlibat langsung dalam proses penanaman bibit di lapangan.
Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Kemas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program rehabilitasi pesisir ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa poin yang disasar meliputi Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Secara ekologis, ekosistem mangrove dan lamun memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon biru (blue carbon). Ekosistem ini mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar untuk jangka waktu panjang.
Selain itu, keberadaan kedua ekosistem tersebut menjadi habitat bagi berbagai biota laut, menjaga kualitas perairan, serta melindungi garis pantai dari abrasi. Keberadaannya juga sangat penting dalam menopang produktivitas perikanan bagi masyarakat pesisir.
Perwakilan mitra petani Pulau Pari mengapresiasi dukungan PHI terhadap upaya rehabilitasi lingkungan di wilayahnya. Menurut mereka, bantuan ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi laju abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami degradasi.
Saat ini, masyarakat Pulau Pari sendiri tengah menghadapi tantangan lingkungan, mulai dari meningkatnya abrasi, berkurangnya luasan padang lamun, hingga dampak kenaikan muka air laut. Oleh karena itu, sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi lingkungan menjadi langkah vital dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
PHI berharap program penanaman ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Pari dan Kepulauan Seribu.






