JAKARTA – Masyarakat sering kali keliru dengan merasa “sudah sembuh” sehingga nekat menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya.
Padahal, tindakan ini menyimpan risiko kesehatan yang serius, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Apoteker di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak, Abdurrahman, menegaskan bahwa kepatuhan menghabiskan antibiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan adalah mutlak.
Menurutnya, antibiotik dirancang khusus untuk melawan infeksi bakteri dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhannya.
Abdurrahman juga mengingatkan sebuah fakta penting: antibiotik bukan obat segala penyakit.
“Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu biasa, batuk pilek, atau sebagian besar radang tenggorokan,” tegasnya.
Setiap dosis yang diberikan dokter bukan tanpa alasan. Jumlah dan durasi pengobatan telah disesuaikan secara presisi berdasarkan jenis infeksi, tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan pasien, hingga jenis bakteri yang diduga menjadi penyebab utama.
Oleh karena itu, jangan pernah mencoba menjadi “dokter bagi diri sendiri” dengan memotong durasi pengobatan Anda!



