FHTB 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Daya Saing Industri Hospitality dan Pariwisata Indonesia Timur

FHTB 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Daya Saing Industri Hospitality dan Pariwisata Indonesia Timur / Dok. Istimewa

Bali, Trivianews.id – Pameran internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (29/4). Ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-14 ini menghadirkan lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara serta menjadi wadah strategis untuk mendorong inovasi, kolaborasi bisnis, dan praktik berkelanjutan di sektor pariwisata, perhotelan, serta makanan dan minuman di Indonesia Timur.

FHTB 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih didampingi pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh I Wayan Sumarajaya selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, beserta Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie dan Presiden Bali Culinary Professionals (BCP), Bayu Retno Timur. Mengusung tema ‘A Sustainable Feast for the Future of Hospitality, Tourism and Food & Beverage’, pameran ini berhasil menarik ribuan pengunjung pada hari pertama.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menyampaikan bahwa industri pariwisata Bali berkembang atas dasar budaya dan adat istiadat masyarakat setempat sehingga sudah sewajarnya pelaku industri pariwisata Bali dapat membina dan memberdayakan masyarakat lokal sehingga dapat turut merasakan hasil dari pertumbuhan di sektor ini. “10 Tahun lalu, saya merintis bisnis F&B dan bergabung di FHTB, dari ajang ini saya mendapatkan banyak sekali manfaat terhadap perkembangan bisnis, sehingga kehadiran FHTB diharapkan dapat terus memberi manfaat yang luas dan positif untuk masyarakat Bali khususnya,” terang Agung.

Mendukung pandangan tersebut, I Wayan Sumarajaya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang pada kesempatan ini menyampaikan sambutan dari Gubernur Bali, menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan FHTB 2026. Pemerintah Provinsi Bali menilai ajang ini adalah inisiatif yang brilian, karena tidak hanya menjadikan Bali sebagai lokasi yang dapat dinikmati, namun juga memosisikan komunitas lokal sebagai pelaku di sektor kuliner secara berkelanjutan. “Kuliner Bali memiliki karakter yang khas dan berbeda sehingga menyimpan potensi besar untuk bersaing secara global, kehadiran FHTB dapat mendukung peningkatan kualitas sektor pariwisata khususnya Bali dan sangat relevan dengan tujuan pembangunan pariwisata Bali yang berbudaya, berkualitas, dan bermartabat,” jelas Sumarajaya.

Dok. Istimewa

Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa FHTB menjadi hub bagi peluang bisnis global ke pasar Indonesia yang potensial. “FHTB 2026 menghadirkan lebih dari 200 perusahaan eksibitor dari 14 negara yang menampilkan beragam produk dan layanan unggulan. Kehadiran perusahaan terkemuka berskala global seperti UNOX, Robot Coupe, Spring Air, dan Sango Ceramics menunjukkan optimisme yang kuat terhadap pasar Indonesia, khususnya Bali yang terus berkembang,” ujar Meysia.

Optimisme ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang mencatat kenaikan jumlah restoran sebesar 28,16% pada tahun 2025. Selain itu, data Bank Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 65% pengeluaran wisatawan di Bali dialokasikan untuk sektor F&B.

Lebih jauh, Meysia menambahkan bahwa FHTB selalu fokus untuk mengakomodasi kebutuhan strategis rantai pasok industri secara komprehensif. Beragam inovasi dan produk unggulan dihadirkan secara khusus guna memfasilitasi pemilik usaha perhotelan, pengelola restoran, manajer pembelian (purchasing), operator tur, distributor, hingga pelaku industri ritel dalam upaya memperluas jangkauan bisnis mereka menembus pasar global.

Berbagai perusahaan terkemuka siap menghadirkan solusi bisnis terbaiknya di FHTB 2026. Sejumlah merek ternama yang ikut ambil bagian diantaranya Pantja Artha Niaga, Putra Surya Internusa, Prambanan Kencana, Royal Sultan Agung, Alga Jaya Raya, Terry Palmer Hotelier, Duta Abadi Primantara, Saint James, Libra Food Service, TTS Mitra Abadi, dan masih banyak lainnya.

Rangkaian Acara Unggulan

Selain memamerkan produk terbaru dan inovasi bisnis, daya tarik utama FHTB 2026 juga berpusat pada kompetisi yang mengedukasi dan meningkatkan kompetensi, seperti The 13th Salon Culinaire Bali garapan Bali Culinary Professionals (BCP). Bayu Retno Timur sebagai Presiden BCP, menandai ajang ini sebagai momen bersejarah dengan kembalinya Dewata Gastronomy Challenge yang sempat vakum selama delapan tahun sejak 2018.

“Edisi ke-13 tahun ini mengusung tema Bali Biennial Prestigious Cooking Competition. Tujuannya adalah mengembangkan talenta chef muda melalui penilaian ketat dari 30 panel juri bersertifikasi World Chef. Mengumpulkan lebih dari 600 chef dalam tiga hari pameran adalah tantangan besar, dan FHTB 2026 adalah panggung yang tepat bagi mereka membuktikan kapasitasnya di kancah global,” terang Bayu.

Selain kompetisi memasak, FHTB 2026 juga menghadirkan kompetisi lainnya lewat Barista Female Creation oleh Last.Brew serta program edukasi yang komprehensif seperti Wine Masterclass dan Blind Tasting Challenge oleh Sommelier Association (ISA) Bali Chapter. Turut memperkaya rangkaian acara, FHTB 2026 siapkan kegiatan yang memberi pengalaman unik bagi pengunjung, diantaranya Island Scent Escape dimana pengunjung dapat secara langsung membuat sabun dari Used Cooking Oil (UCO) bersama Noovoleum kemudian membuat sabun organik dari bahan organik alami dengan Pureasia. Ragam kegiatan tersebut melengkapi rangkaian seminar industri yang dibawakan oleh Z Bio, Waterhub, LPPOM, BCP, dan Perum Bulog.

Komitmen Keberlanjutan (Sustainability)

FHTB 2026 juga mencetak standar baru dalam penyelenggaraan acara ramah lingkungan. Marketing Communication Manager FHTB 2026, Leonarita Hutama, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara didesain untuk mengurangi dampak lingkungan melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab. “Selaras dengan komitmen PT Pamerindo Indonesia sebagai bagian dari Informa Markets, kami mengintegrasikan praktik berkelanjutan, mulai dari penggunaan material ramah lingkungan, penggunaan energi terbarukan, hingga kolaborasi dengan Z Bio sebagai mitra untuk pengelolaan limbah makanan. Selama 3 hari pameran, seluruh sampah sisa makanan akan dikumpulkan, ditimbang, dan didaur ulang menjadi pupuk bagi petani dan pakan ternak para peternak di Bali, sehingga FHTB meninggalkan jejak lingkungan dan sosial yang positif,” jelas Leona.

Lebih jauh, FHTB 2026 menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem pariwisata yang berkelanjutan melalui penerapan praktik ramah lingkungan yang berdampak nyata bagi industri. FHTB dan Noovoleum hadirkan UCollect Station guna mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. FHTB 2026 juga menyediakan 10 titik pengisian isi ulang air minum oleh WATERHUB guna memfasilitasi pengunjung dalam membuat pilihan yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan melalui gerakan #BringYourOwnTumbler.

Komitmen keberlanjutan ini juga diwujudkan melalui inisiatif Better Stands. Eksibitor didorong untuk beralih dari booth sekali pakai ke sistem modular yang dapat digunakan kembali demi mengurangi volume sampah dan meningkatkan standar keselamatan. Selain mempromosikan penggunaan barang daur ulang (reused items), FHTB 2026 turut memperkuat kapasitas industri melalui rangkaian edukasi tentang sustainability. Seminar bertajuk ‘Sustainable & Impactful Food Management’ oleh Scholars Of Sustenance (SOS) serta ‘Future-Proofing Hospitality Through Sustainable Practices’ oleh Bali Restaurant & Café Association (BRCA) menjadi agenda utama dalam memfasilitasi diskusi strategis tentang sustainability di sektor ini.

“FHTB 2026 diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak bagi perkembangan industri F&B, perhotelan, dan pariwisata yang berkelanjutan. Melalui berbagai Workshop, Industry Seminars, Business Matching, dan FHI TV Programme, kami berkomitmen memfasilitasi pelaku bisnis dalam memperoleh dukungan serta wawasan global demi mewujudkan visi Indonesia 4.0 pada tahun 2030,” tutup Leona.

Bagi calon pengunjung, registrasi masih terus dibuka hingga hari terakhir penyelenggaraan melalui pemindaian kode QR di lokasi BNDCC. Informasi lebih lanjut mengenai seluruh rangkaian kegiatan dapat diakses melalui laman resmi www.fhtbali.com atau melalui akun media sosial resmi FHTB di Instagram (@fhtbali), Facebook (FHTBali), LinkedIn (Food, Hotel & Tourism Bali), TikTok (@foodhospitalityindonesia), dan kanal Youtube Food & Hospitality Series_ID. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *